SURAT
TERBUKA UNTUK CEO PT. KERETA API
INDONESIA
BAPAK
IGNASIUS JONAN
Yth. Chief Executive Officer PT. Kereta Api Indonesia
Salam sejahtera untuk Bapak Ignasius Jonan.
Perkenalkan,
saya Wahyu Putra Ramadhan mahasiswa semester kedua Universitas Indonesia. Saya
dan keluarga saya belum pernah mudik memakai jasa Kereta Api. Jadi untuk mudik
tahun ini saya dan keluarga berencana memakai jasa Kereta Api.
Saya ingin
menyampaikan keluh-kesah tentang tidak transprannya reservasi tiket kereta
melalui website tiket.kereta-api.com, tiket.com/train, tiketkai.com,
paditrain.com maupun contact center 121. Saya dan keluarga berencana mudik ke
Yogyakarta pada hari Jum’at 25 Juli 2014, beberapa hari sebelum hari raya Idul
Fitri tahun 2014.
Saya
sudah memperkirakan tanggal yang bertepatan dengan jadwal H-90 reservasi
sebelum keberangkatan tanggal 25 Juli 2014, yaitu tanggal 26 April jam 00:00
WIB. Saya sudah siapkan 2 laptop untuk reservasi karena akan melakukan 2
reservasi sekaligus. Setelah saya masuk ke website tiket.kereta-api.com saya
memasukan data berupa jadwal keberangkatan, stasiun relasi, dll. Saya klik ‘Tampilkan’
dan saya kaget karena sebagian besar tiket mulai perjalanan pagi sampai malam sebagian
besar tiket sudah dinyatakan ‘Habis’. Saya
langsung klik ‘Booking’ pada tiket yang masih tersedia, tetapi setelah loading
yang cukup lama bukan proses
pengisian identitas yang muncul sebagai proses selanjutnya. Yang kemudian muncul
malah halaman utama website tiket.kereta-api.com. Padahal saya melakukan
percobaan reservasi tersebut pukul 00:04. Saya pun mengulangi proses reservasi,
namun yang terjadi website tiket.kereta-api.com menjadi sangat sulit diakses.
Saya mencoba website
tiket.com/train, tiketkai.com, akan tetapi reservasi juga tidak bisa diproses.
Dari pukul 00:00-00:15 bersamaan dengan percobaan reservasi onine saya juga
menghubungi contact center KAI 121. Namun nomor tersebut selalu sibuk, tidak bisa
dihubungi. Saya melanjutkan reservasi dengan berbagai cara. Mulai dari online
dan telepon 121 secara terus menerus. Pukul 01:30 saya coba menghubungi 121 dan
terus sibuk. Saya akhirnya memutuskan untuk tidur karena tidak kunjung
berhasil.
Pukul 04:30 saya bangun dan kembali
menghubungi 121 dan ternyata masih sibuk juga. Masa dari jam 00:00 sampai 04:30
sibuk terus? Sangat tidak normal menurut saya. Akhirnya, setelah shalat Subuh
saya dan Ibu saya memutuskan untuk pergi ke Stasiun Gambir guna mencari
informasi pemesanan tiket. Saya melaporkan apa yang saya alami ke Information
Center guna menanyakan beberapa hal, yaitu:
1. Kenapa
di jam 00:04 tiket yang tersedia sebagian besar sudah habis?
2. Untuk
masuk ke website pemesanan saja, kenapa begitu sulit?
3. Apakah
akan tersedia tiket lagi?
Jawaban dari
petugas
1. Banyak
yang memesan di agen
2. Banyak
yang mengakses situs tersebut
3. Tersedia,
jika ada pembatalan
Terus terang jawaban-jawaban yang kami terima sangat normatif
dan tidak menjawab pertanyaan kami.
Kami pun ke Kantor pos di dekat Pintu Masuk Selatan Stasiun
Gambir untuk mencari Informasi. Kami melihat banyak orang mengantri untuk
membayar tiket.
Itu masih normal di mata kami sampai kami melihat tulisan di
kaca jendela dekat pintu masuk kantor pos berupa pengumuman kepada calon
penumpang yang membuat kami terkejut.
Sistem PT KAI pasti bisa menghitung batas pemesanan H-90
untuk keberangkatan 26 Juli 2014 adalah hari Minggu, 27 April 2014. Jadi seharusnya tiket tanggal 26 Juli 2014
belum habis karena belum tersedia.
Yang menjadi pertanyan saya adalah:
Kenapa sebelum
tanggal 27 April 2014 nomor antrian untuk pembelian tiket sudah HABIS?
Apakah ada permainan
di agen penyedia reservasi tiket kereta api?
Padahal menurut perhitungan sistem seharusnya tiket keberangkatan
tanggal 26 Juli 2014 baru bisa diakses esok hari (Minggu, 27 April 2014). Saya
percaya kalau sebagaian besar tiket keberangkatan 25 Juli 2014 sudah bisa diakses
oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sebelum H-90 keberangkatan.
Sehingga ketika hari pemesanan yang ‘Sebenarnya’ (H-90 dari
25 Juli 2014, yaitu 26 April 2014 pukul 00:00) sebagian besar tiket sudah ‘dicaplok’ oleh pihak-pihak yang tidak
bertanggung jawab.
Saya dan keluarga memohon ada tanggapan, solusi, dan
penjelasan untuk mendapatkan tiket secara adil dan benar yang bisa dipertanggungjawabkan
oleh PT. Kereta Api Indonesia.
Terima kasih atas kerjasama dan perhatiannya.
Hormat saya,
Wahyu Putra Ramadhan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar