Jumat, 25 April 2014

SURAT TERBUKA UNTUK  CEO PT. KERETA API INDONESIA
BAPAK IGNASIUS  JONAN


Yth. Chief Executive Officer PT. Kereta Api Indonesia
Salam sejahtera untuk Bapak Ignasius Jonan.

                Perkenalkan, saya Wahyu Putra Ramadhan mahasiswa semester kedua Universitas Indonesia. Saya dan keluarga saya belum pernah mudik memakai jasa Kereta Api. Jadi untuk mudik tahun ini saya dan keluarga berencana memakai jasa Kereta Api.
 Saya ingin menyampaikan keluh-kesah tentang tidak transprannya reservasi tiket kereta melalui website tiket.kereta-api.com, tiket.com/train, tiketkai.com, paditrain.com maupun contact center 121. Saya dan keluarga berencana mudik ke Yogyakarta pada hari Jum’at 25 Juli 2014, beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri tahun 2014.  

               Saya sudah memperkirakan tanggal yang bertepatan dengan jadwal H-90 reservasi sebelum keberangkatan tanggal 25 Juli 2014, yaitu tanggal 26 April jam 00:00 WIB. Saya sudah siapkan 2 laptop untuk reservasi karena akan melakukan 2 reservasi sekaligus. Setelah saya masuk ke website tiket.kereta-api.com saya memasukan data berupa jadwal keberangkatan, stasiun relasi, dll. Saya klik ‘Tampilkan’ dan saya kaget karena sebagian besar tiket mulai perjalanan pagi sampai malam sebagian besar tiket sudah dinyatakan ‘Habis’. Saya langsung klik ‘Booking’ pada tiket yang masih tersedia, tetapi setelah loading yang cukup lama bukan proses pengisian identitas yang muncul sebagai proses selanjutnya. Yang kemudian muncul malah halaman utama website tiket.kereta-api.com. Padahal saya melakukan percobaan reservasi tersebut pukul 00:04. Saya pun mengulangi proses reservasi, namun yang terjadi website tiket.kereta-api.com menjadi sangat sulit diakses.

Saya mencoba website tiket.com/train, tiketkai.com, akan tetapi reservasi juga tidak bisa diproses. Dari pukul 00:00-00:15 bersamaan dengan percobaan reservasi onine saya juga menghubungi contact center KAI 121. Namun nomor tersebut selalu sibuk, tidak bisa dihubungi. Saya melanjutkan reservasi dengan berbagai cara. Mulai dari online dan telepon 121 secara terus menerus. Pukul 01:30 saya coba menghubungi 121 dan terus sibuk. Saya akhirnya memutuskan untuk tidur karena tidak kunjung berhasil.
Pukul 04:30 saya bangun dan kembali menghubungi 121 dan ternyata masih sibuk juga. Masa dari jam 00:00 sampai 04:30 sibuk terus? Sangat tidak normal menurut saya. Akhirnya, setelah shalat Subuh saya dan Ibu saya memutuskan untuk pergi ke Stasiun Gambir guna mencari informasi pemesanan tiket. Saya melaporkan apa yang saya alami ke Information Center guna menanyakan beberapa hal, yaitu:
1.       Kenapa di jam 00:04 tiket yang tersedia sebagian besar sudah habis?
2.       Untuk masuk ke website pemesanan saja, kenapa begitu sulit?
3.       Apakah akan tersedia tiket lagi?

Jawaban dari petugas

1.       Banyak yang memesan di agen
2.       Banyak yang mengakses situs tersebut
3.       Tersedia, jika ada pembatalan
Terus terang jawaban-jawaban yang kami terima sangat normatif dan tidak menjawab pertanyaan kami.
Kami pun ke Kantor pos di dekat Pintu Masuk Selatan Stasiun Gambir untuk mencari Informasi. Kami melihat banyak orang mengantri untuk membayar tiket.
Itu masih normal di mata kami sampai kami melihat tulisan di kaca jendela dekat pintu masuk kantor pos berupa pengumuman kepada calon penumpang yang membuat kami terkejut.

 
















Sistem PT KAI pasti bisa menghitung batas pemesanan H-90 untuk keberangkatan 26 Juli 2014 adalah hari Minggu, 27 April 2014. Jadi seharusnya tiket tanggal 26 Juli 2014 belum habis karena belum tersedia.
Yang menjadi pertanyan saya adalah:
Kenapa sebelum tanggal 27 April 2014 nomor antrian untuk pembelian tiket sudah HABIS?
Apakah ada permainan di agen penyedia reservasi tiket kereta api?



Padahal menurut perhitungan sistem seharusnya tiket keberangkatan tanggal 26 Juli 2014 baru bisa diakses esok hari (Minggu, 27 April 2014). Saya percaya kalau sebagaian besar tiket keberangkatan 25 Juli 2014 sudah bisa diakses oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sebelum H-90 keberangkatan.

Sehingga ketika hari pemesanan yang ‘Sebenarnya’ (H-90 dari 25 Juli 2014, yaitu 26 April 2014 pukul 00:00) sebagian besar tiket sudah ‘dicaplok’ oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Saya dan keluarga memohon ada tanggapan, solusi, dan penjelasan untuk mendapatkan tiket secara adil dan benar yang bisa dipertanggungjawabkan oleh PT. Kereta Api Indonesia.

Terima kasih atas kerjasama dan perhatiannya.


Hormat saya,

Wahyu Putra Ramadhan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar